Ladies, pada kondisi tertentu, bulu tubuh dapat menjadi masalah yang
sangat besar bagi pemiliknya, misalnya dalam kasus hirsutisme, yaitu
keadaan tumbuhnya bulu secara berlebihan di muka, dada dan punggung.
Walaupun kasus ini dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan,
biasanya terasa lebih mengganggu bila dialami perempuan. Perempuan yang
mengalami hirsutisme, wajah, dada dan punggungnya ditumbuhi bulu
berwarna gelap, yang berbeda dengan bulu-bulu halus yang biasa tumbuh di
atas bibir, pipi atau ada di seluruh tubuh.
Menurut para ahli,
hirsutisme terjadi karena folikel rambut yang sangat sensitif terhadap
hormon jantan, yaitu yang disebut hormon androgen, atau dapat disebabkan
karena meningkatnya kadar hormon ini dalam tubuh pemiliknya.
Peningkatan kadar hormon ini dapat disebabkan oleh adanya tumor.
Mitos
lain yang juga beredar adalah bahwa perempuan yang bulu tubuhnya tumbuh
subur berarti ia memiliki dorongan seks yang tinggi. Hal ini membuat
perempuan-perempuan yang berbulu agak lebat sibuk mencukur dan
menghilangkan bulu tubuhnya, dan malu memakai baju berlengan pendek.
Dijelaskan pada situs girlsaskguys.com, perempuan yang berbulu, tidak
serta merta berarti bahwa ia memiliki dorongan seksual yang tinggi.
Karena sekali lagi, faktor genetis atau keturunan juga memegang peranan
penting dalam pertumbuhan bulu dan rambut.
Makanya, selama bulu
tubuh itu tidak mengganggu kesehatan kita, dan bukan karena masalah
hirsutisme yang dibahas di depan tadi, biarin aja deh. Bulu tangan dan
kaki serta kumis tipis tidak usah dicabut, misalnya dengan teknik
waxing, sebab dengan cara itu malah bisa membuatnya tumbuh lebih lebat
lagi karena pencabutan bisa meningkatkan pasokan darah ke folikel rambut
atau bulu tubuh dan membuatnya tumbuh lebih cepat dan lebat.
Oleh: Ismaya Indri Astuti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar