Minggu, 25 Mei 2014

Susahnya Suami 20 Tahun Lebih Tua

Susahnya Suami 20 Tahun Lebih Tua

Tanya:
“Saya seorang wanita, berumur 26 tahun, menikah 4 tahun lalu. Suami berusia 46 tahun. Kami sudah mempunyai seorang anak berumur 3 tahun.Masalah yang saya hadapi ialah, sejak kelahiran anak kami, suami jarang mau melakukan hubungan seksual. Kalau saya yang meminta, barulah dia mau melakukan. Dia tidak pernah memulai. Kalaupun kami melakukan hubungan intim, sering berlangsung dengan terpaksa, sehingga saya merasa tidak puas. Masalah ini membuat saya tersiksa selama bertahun‑tahun.Saya beberapa kali pernah melakukan masturbasi, tetapi merasa tidak puas. Belakangan ini kami sering bertengkar karena saya merasa dibiarkan begitu saja, seolah-olah saya bukan manusia normal. Yang ingin saya tanyakan, apakah pria seusia suami saya sudah menurun gairah seksualnya?
Jika benar demikian, bagaimana dengan nasib saya?
Apakah selamanya saya tidak akan merasa bahagia, sedangkan usia saya masih muda?
Bagaimana saya harus menghadapi masalah ini?
Saya menyadari usia kami berbeda jauh. Apakah saya tidak boleh menuntut hubungan seksual, mengingat gairah saya masih kuat?”
K.D., Jakarta

Jawab:
Kalau Anda mengeluhkan suami yang jarang mau melakukan hubungan seksual, sangat mungkin karena dorongan seksualnya menurun. Mungkin juga kesibukan kerja yang menyebabkan kelelahan fisik dan psikis, sehingga dorongan seksualnya tertekan.

Di usia 46 tahun, banyak faktor yang dapat menekan dorongan seksual suami Anda, antara lain penurunan fungsi tubuh karena usia, beban pekerjaan yang berlebihan, kejemuan dengan rutinitas, dan berbagai stres yang mengganggu. Belum lagi kalau dia mengidap penyakit tertentu yang mengganggu fungsi seksual, misalnya gangguan hati.

Kemungkinan lain, suami mengalami gangguan fungsi seksual yang lain, misalnya gangguan ereksi. Akibat gangguan ini, muncul perasaan khawatir, takut, dan enggan melakukan hubungan seksual.

Perbedaan usia yang cukup jauh dengan Anda, memang dapat menimbulkan masalah kalau tidak segera diatasi dengan baik. Dalam keadaan seperti ini, seharusnya suami Anda menyadari bahwa kini telah terjadi ketidakharmonisan dalam kehidupan seksual bersama Anda.

Sebaliknya Anda juga harus menyadari bahwa suami memang telah memasuki usia pertengahan, yang berarti telah mengalami penurunan fungsi seksual. Meski demikian, kesenjangan ini dapat diatasi asal ada kemauan baik bersama sebagai satu pasangan. Saya sarankan Anda dan suami dapat berkomunikasi dengan baik mengenai masalah kesenjangan seksual yang kini terjadi. Melalui komunikasi yang baik dapat diketahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua belah pihak.

Kalau ternyata terdapat gangguan fungsi seksual pada salah satu atau kedua pihak, tentu diperlukan penanganan secara benar dan profesional. Dengan pengobatan yang benar, penurunan fungsi seksual suami dapat diatasi. Dengan demikian, tuntutan Anda dapat terpenuhi, sehingga terbina sebuah kehidupan seksual yang harmonis.
Kalau masalah ini dibiarkan saja berlangsung seperti sekarang, tentu keadaan yang tidak menyenangkan ini terus berjalan, bahkan akibat lebih buruk dapat timbul kemudian. Pertanyaan yang muncul, maukah suami dan Anda bersama-sama menghadapi dan menyelesaikannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar